Wednesday, March 10, 2021

Di Bukit, Kala Itu...





Pagi itu, matahari belum terbit. Kita berjalan menelusuri bukit. 
Aku ingin merengkuh tanganmu, namun niat itu kuurungkan. 
Nanti-nanti saja, mungkin (saja) kita (akan) selamanya. 
Kuhirup udara sekeliling, segar sekali. Aku bahagia. 
Aku menarik napas panjang, lalu kuhembuskan.

Kau sedang mengabadikan sekeliling dengan ponsel pintarmu. Tak kusadari, kulengkungkan kedua ujung bibirku. Terimakasih Tuhan, aku menikmati setiap momen yang ada, menikmati setiap rasa yang mampir, mencerna semua asa yang hinggap. 

Tatapan matamu, senyummu yang tulus, hatimu yang baik, membuat aku kagum dan meresapi setiap momentum yang Semesta berikan kepada kita. 

Aku tak pernah lupa tatapan matamu yang dalam sambil menekuk kakimu, dan tawamu yang lebar kala melihat tingkahku yang konyol. Suaramu yang melembut kala menyebut namaku. Terimakasih ya, sudah memanusiakan aku. 

Jika Semesta mengijinkan, aku akan membiarkanmu menatapku lama, membiarkanmu merengkuh kepalaku, membiarkanmu memelukku, meraih jemariku, dan kita akan mengarungi dunia selamanya. 

Bersama-sama...sampai tua nanti. 

Friday, January 01, 2021

2021

 


A K H I R N Y A
Sepertinya itu salah satu kata yang tepat untuk menggambarkan akhir tahun 2020 yang benar-benar menyebalkan. Bahkan momen pergantian tahunnya juga cukup menyebalkan, 31 Desember 2020 diisi dengan restoran dan tukang-tukang makanan pinggir jalan Sabang yang tutup pukul tujuh malam, dan tidak ada kembang api yang sangat ramai di pukul dua belas malam.
Entahlah. 
Rasanya senang sekaligus getir meninggalkan 2020 yang diawali dengan sungguh amsyiong. kebanjiran. Lalu dilanjut dengan virus Corona yang merajalela. Aneh. Nyebelin. Pengen buru-buru udahan. Dan puji Tuhan, udah terlewat juga sekarang. 

Kalau ditanya mau apa di 2021 ini, nggak ada terlalu banyak sih. Melanjutkan saja apa yang diinginkan di tahun 2020. I am super duper grateful karena ada banyak project yang gue kerjakan di tahun lalu, ada Indonesian Dance Festival 2020, ada WomenWorks.io, ada SeribuParas, dan beberapa brand untuk perempuan yang lagi gue kerjakan. Di tahun 2020 juga puji Tuhan bisa merayakan ulangtahun sama temen-temen di villa di Dago, Bandung abis itu staycation di beberapa hotel bintang lima di Jakarta. Tengah tahun juga bisa pergi ke Jogjakarta buat refreshing (ya kerja juga sih sebenernya), banyak sih sebenernya yang bisa disyukuring along 2020. Tapi ya gitu, pahit aja rasanya. He he.

Bersyukur banget sekarang sudah memasuki 2021. Usia juga sudah bertambah, jadi 30. Semoga aku makin dewasa, ya. Blog ini juga setia banget udah menemani aku dari usia belasan... Terimakasih selalu ada dan masih ada. Meskipun enggak banyak yang baca, dan aku juga udah super jarang banget mengisi blog ini, tapi bersyukur aku masih punya blog. Semoga blog ini di tahun-tahun ke depan jadi lebih berguna, ya. 

Jujur, aku excited banget menghadapi 2021 ini. Nggak tau apa dan kenapa, tapi rasanya menyenagkan saja. Seperti ada harapan baru. Semoga ya, tidak mengecewakan lagi seperti 2020. Semoga kita bisa saling mendoakan satu sama lain, karena kita kemarin sudah melewati yang nggak enak dan sekarang bersyukur sudah bisa berpindah ke tahun yang baru.

Karena sudah terlalu banyak yang dilewati di 2020, harapan untuk tahun ini hanya:
Semoga 2021 baik-baik saja.


Much love,
-Natasha-

Saturday, July 11, 2020

2020, Bulan Ketujuh



Hai, apa kabar?
Sudah hampir empat bulan dari kondisi terakhir yang saya update di blog ini.
Sekarang sudah bulan ketujuh, Juli, dan saya beserta karyawan-karyawan kantor yang lain sudah mulai bekerja cukup normal. Jadi kami dalam seminggu harus pergi ke kantor dua kali. Tapi karena belum cukup dana untuk menyewa coworking space, kami sementara mengungsi dulu di rumah bos kami di Rawa Lumbu, Bekasi. Jauh ya? Ya, memang. Tapi saya sih berusaha untuk menikmati setiap waktunya. Toh, saya suka jalan-jalan dan saya lumayan menikmati perjalanan dari Jakarta ke Bekasi. Ah, tapi Jakarta dan Bekasi tidak terlalu jauh kok.

Apa yang terjadi pada saya di empat bulan virus Corona melanglangbuana ini?
Banyak.
Banyak kegaduhan di otak, banyak keresahan di hati.
Perihal finansial, perihal pekerjaan, perihal jodoh...
Tapi Tuhan selalu baik. Dia selalu memberikan yang indah untukku. Entahlah, untuk bidang finansial tuh Tuhan selalu kasih aku cukup. Nggak lebih sih, tapi cukup. Nggak kurang. Aku sampai selalu terharu kalau mengingat-ingat kasih Tuhan yang satu ini.

Pandemi ini membuat saya makin banyak belajar sih. Blessing in disguise, mungkin?
Jadi, di bulan Juni saya menelurkan sebuah karya yang bernama #KolabKolebKalaPandemi. Di situ saya mengajak teman-teman saya untuk berkolaborasi dan mengobrol tentang banyak hal. Puji Tuhan, banyak orang yang merasa terbantu dengan apa yang saya lakukan. Banyak juga teman-teman yang terinspirasi untuk membuat karya seperti saya. Awalnya saya iseng saja, karena saya merasa sudah cukup lelah ya, tiga bulan banyak excuse untuk mager ngapa-ngapain padahal Tuhan udah kasih yang terbaik yang bisa saya dapatkan. Karena itu, I want to give back everything to Him  dengan cara membuat karya. Saya juga mau berlatih berbicara di depan kamera, jadilah acara tersebut. Cukup membuat lelah sih, tapi ya saya terlatih dan banyak pelajaran.

Di kala pandemi ini, saya juga banyak begadang. Jam tidur saya berubah, terbalik. Tapi nggak apa sih, saya masih berasa baik-baik saja. Dan semoga baik-baik saja, he he he. Saya jadi sering mengerjakan deck untuk kerjaan di malam hingga subuh. Di siang hari, saya lebih sering tidur-tiduran dan nonton. Kalau nggak tidur-tiduran, ya IG Live (di bulan Juni). Sekarang sih karena Selasa dan Kamis ke kantor, jadi saya merasa wajar-wajar saja untuk istirahat dikit-dikit di hari-hari lain. he he he. Banyak excuse ya. Tapi bulan April-Mei sih saya puas nggak terlalu banyak ngapa-ngapain, tapi ada satu kejadian di bulan Mei yang saya nggak akan pernah lupa. 22-23 Mei 2020, akan selalu saya ingat. Nanti suatu hari akan saya ceritakan, ya. Panjang soalnya.

Perihal pasangan hidup, entahlah.
Saya sedang banyak belajar untuk berserah pada Tuhan, mendengarkan dengan jelas suara-Nya, menyelidiki apa yang benar-benar Tuhan titahkan pada saya. Saya percaya, Tuhan tidak akan pernah memberikan ujian yang nggak bisa umat-Nya lewatin.
Saya tetap terus berpegang pada janji Tuhan, karena saya tahu Ia tahu yang terbaik buat saya.
Yang pasti, saya sedang jatuh cinta. Ya, saya sering jatuh cinta. Jadi, jatuh cinta itu biasa saja...
Tapi kali ini, saya ingin berlabuh. Benar-benar ingin berlabuh.
Semoga Ia memberikan saya petunjuk-petunjuk, hingga saya menemukan jawaban dari pertanyaan saya selama ini, yang sebanyak itu...


Love,
-Natasha-


Saturday, March 21, 2020

2020



Hai, apa kabar?
Sudah tahun 2020, bagaimana kehidupanmu?
Tahun 2020 di Indonesia sungguh bikin naik turun emosi. Mulai dari banjir di Januari dan Februari, lalu Maret ada virus Corona atau Covid-19. Semua hal jadi tidak menyenangkan. Bikin deg-degan sana sini, bikin hati nggak tenang, nggak nyaman. Kerjaan pun dibawa ke rumah alias work from home. Aku sih sebenarnya senang-senang saja dan suka dengan konsep kerja di rumah, tapi kayaknya klien-klien masih kurang paham dengan konsep kerja di rumah deh. Mungkin mereka kira kami (dan kita) sedang liburan, jadi beban kerja nggak banyak-banyak amat. Haha. Sudahlah. Nggak ada habisnya.

Kalau bicara tentang hidup, rasanya saya juga sudah mulai cukup banyak berubah. Salah satu yang sangat disayangkan adalah sekarang saya jadi lebih suka menonton dibanding baca buku. Padahal tahun ini mau menantang diri buat lebih banyak membaca, punya target juga, 20 buku! Hehehe. Terlalu berani ya? Tapi siapa tahu bisa... Saya lagi encourage diri saya buat lebih rajin baca buku, nih. Bisa bisa, pasti bisa!

Perihal mimpi dan cita-cita, New York masih jadi target saya. Bermain dalam produksi film besar juga masih, dan punya andil juga dalam film besar juga mau tentu. Hehe. Perihal pasangan hidup, saya nggak tau. Ada sih yang lagi menarik hati saya, tapi ya gitu, complicated. As always. Haha. Familiar, ya? Saya sih maunya ini jadi tempat terakhir saya. Tapi entah, doakan saja boleh? Saya lagi pingin dapat energi baik. Toh, orang ini baik. Ya, hanya Tuhan yang tau jawabannya lah.

Saya berharap banyak tahun 2020 ini akan jadi baik-baik saja. Soalnya kok rasanya penat banget di awal tahun. Semoga hingga akhir tahun, kondisi kita membaik ya. 2020 will be good, soon!!


Love,
-Natasha-

Saturday, August 03, 2019

Salah Siapa?



Jadi begini, jika aku duduk di sudut menghadap hamparan gunung yang menyembul pelan di balik awan sambil menyisip secangkir kopi, lalu aku mengingatmu, salah siapa?

Jika aku sedang membaca cerita-cerita pendek Franz Kafka yang kadang membingungkan namun indah itu, lalu yang muncul di benakku hanyalah kamu, salah siapa?

Jika angin sedang menghampiri bulu kudukku dan meniupkan semilirnya lalu yang terdengar olehku adalah namamu, salah siapa?

Ada yang salah denganku, sudah terlalu larut untukku terjaga. Namun aku tak bisa menutup kedua mataku. Tidak pula aku bisa mengerjakan banyak tugas tertinggal di belakangku. Segalanya hanya berpusat pada kamu, kamu, kamu, kamu.

Mengapa aku begini?
Bukankah sudah lama aku ingin meninggalkan jejakmu, dan membiarkan setengah hatiku dibawa pergi olehmu entah ke mana?
Mengapa aku belum rela?

Apakah ini karena kamu yang justru belum rela?
Ah, entahlah.
Aku hanya ingin hidup tenang dan damai
Tanpa ada bayanganmu mengikutiku setiap saat.

Aku bingung,
Ini semua, salah siapa?


Wednesday, May 08, 2019

Rindu Masa Berkisah


Burung gereja hinggap di atas tanda salib di atas gereja
Kala itu senja, semburat surya merekah menjadi jingga yang mewarnai langit biru.
Awan putih masih nampak seperti kapas,
yang ingin kuraih, kusobek belah dua, dan kukunyah seperti gulali.

Angin masih menggerakkan tangkai dan dedaunan hijau yang letaknya persis di sebelah gereja.
Hawanya hangat, tapi masih sejuk. Hal yang jarang kita dapatkan di ibukota.
Waktu yang tepat untuk menggoreskan tinta penaku pada lembaran kertas yang kurakit sendiri.

Ah, aku rindu masa-masa seperti ini.
Masa dikala tangank begitu mudahnya menuliskan apa saja yang ada di benakku.
Aku rindu masa-masa dimana aku tak letih menceritakan bagaimana hari-hariku pada sebuah jurnal harian.
Berharap semoga apa yang kutuliskan menjadi sesuatu yang berharga,
perjalanan hidup yang kulalui bisa jadi sebuah makna untuk orang-orang lain di sekitarku.

Ya, aku rindu.
Semoga suatu saat, aku kembali rajin berkisah.




Jakarta, 9 Mei 2019.

Thursday, February 14, 2019

Ode Kasih Sayang?


Source:Pinterest



Ini hari kasih sayang,
Meski tak ada yang kusayang,
Hatiku tetap saja riang
Meski badanku malah meriang

Di ujung meja kerjaku, aku terpaku
Mataku memandang kertas kaku di depanku
Ingin sekali kutuliskan surat kepadamu
Untuk sekadar bertanya, "Apa kabarmu?"

Kawan, aku sedang jatuh cinta
Tapi sesungguhnya, aku tak tahu apa tepatnya
Aku ragu, apa aku masih bisa?
Membuka hati untuk (siapa tahu) dikoyak seperti dulu kala

Kawan, tolong aku yang meragu
Entah aku sudah tak lagi seorang perempuan lugu
atau aku hanya ingin mengasihi dengan sepenuh
Tolong, bantu aku...







Jakarta,
Hari Kasih Sayang 2019.