Friday, August 18, 2017

Tidak Ada Kamu Dimana-mana



Masih kuingat bau rokok yang tertinggal di tubuhmu saat kau mengecupku
Djarum? Sampoerna? Dji Sam Soe? Marlboro? Aku tak tahu
Ah, tapi tidak mungkin Marlboro, terlalu seperti sosialita katamu
Kudekap tubuhmu sambil mendengar detak jantungmu

Lalu di sini, di sudut warung kopi sambil menyesap kopi hitam
aku mencium bau itu
rokokmu
Aku menoleh, berharap kudapati dirimu

Namun tidak.

Tidak ada kamu di situ
Tidak di meja seberang
Tidak di meja sebelah
Tidak ada kamu dimana-mana

Aku berharap bisa menemukanmu meski sekelebat
Tapi tidak ada kamu dimana-mana
Karena ragamu sudah melebur
bersama cacing-cacing tanah di bawah sana

Hari itu aku tidak bisa menemukanmu dimana-mana
Kamu hanya di bawah, terhalang, dan aku tak bisa melihatmu
Kutunggu semua prosesnya selesai, lalu kuusap pelan papan bertuliskan namamu,
"Minggu depan kita bertemu lagi, ya..."

 Masih kuingat bau rokok yang tertinggal di tubuhmu saat kau mengecupku
Tak peduli rokok apa yang kau hisap, aku hanya ingin kau mengecupku lagi
Air mataku luruh bersama gundukan tanah yang digali oleh para petugas itu
Air mataku luruh bersama gundukan tanah yang menutupi kotak tempatmu berbaring


Lalu di sini, di sudut warung kopi sambil menyesap kopi hitam
aku mencium bau itu
rokokmu
Aku menoleh, berharap kudapati dirimu

Namun tidak

Tidak ada kamu dimana-mana.





Jakarta, 180817


No comments: