Wednesday, March 01, 2017

Hujan, dan Banyu, dan Narendra.



Narendra menengadahkan kepala dan mengangkat tangannya ke atas.
"Rintik hujan, Banyu. Pergi?"

Banyu menggeleng. "Tunggu sebentar, Narendra,"

Banyu menggerakkan kakinya satu langkah ke depan, lalu mengangkat dua tangannya tinggi-tinggi.
"Kamu tahu aku pluviophile, kan? Pecinta hujan! Masa kamu tega mengajak aku meninggalkan hal yang aku cintai?" ujarnya sambil tersenyum menggemaskan.


Seperti kamu tega memintaku meninggalkanmu, Narendra...


------------------

Narendra menengadahkan kepala dan mengangkan tangannya ke atas.
Sudah mau hujan, jangan sampai Banyu demam atau flu.
"Rintik hujan, Banyu, Pergi?"

Banyu menggeleng. "Tunggu sebentar, Narendra,"

Banyu menggerakkan kakinya satu langkah ke depan, lalu mengangkat dua tangannya tinggi-tinggi.
"Kamu tahu aku pluviophile, kan? Pecinta hujan! Masa kamu tega mengajak aku meninggalkan hal yang aku cintai?" ujarnya sambil tersenyum menggemaskan.


Ah, lucu sekali ekspresi wajahnya. Ingin rasanya aku sekarang menarikmu dan menyuruhmu untuk meninggalkan hal yang kau cintai itu. 
AGAR KAMU TIDAK SAKIT, BANYU. Ingin rasanya kuteriakkan kata-kata itu. 
Tapi, aku tak bisa.
Sama seperti aku tak bisa mencegahmu pergi...






No comments: