Saturday, January 03, 2015

Hujan (Kisah Narendra-Banyu)

Hujan.
Banyu menatap ke langit, dari balik jendela.
New York, someday. Ujarnya dalam hati.

Betapa ingin Banyu merasakan hujan di New York, entah mengapa. Mungkin itu satu-satunya mimpi yang masih bisa ia pegang. Setelah semua mimpinya pergi menghilang satu per satu. Terutama Narendra. Ia ingin menjauh dari Narendra sedapat yang ia bisa.

Suatu hari, aku akan menetap di New York dan menjadi penulis di sana. Membuang jauh semua kenangan tentangmu, Narendra. Menghilang. Darimu.

Rintik hujan terus menerus terjatuh di pelataran. Banyu menghirup udara tanah basah yang memberi efek melegakan hati. Ia ingin segera ke luar dari tempat ini, melanglangbuana jauh ke sana.

Suatu hari nanti, aku pasti akan merasakan hujan,
di New York.

Namun kini, belum saatnya.

No comments: