Deadline

Detik demi detik dia terpaku.
Terduduk di sudut ruang.
Sesekali menyesap kopi hitam dan menghisap rokok.
Ah, sampai kapan terus begini? Katanya dalam hati.

Tahun berlalu, namun keadaan tak berubah.
Ia tetap selalu setia dengan tulisan-tulisan yang berserakan, kertas-kertas yang dicoret terkadang membuat frustasi.
Sulit sekali menyelesaikan tulisan.
"Aku memang selalu mudah memulai, namun sulit mengakhiri,"

Hujan turun.
Ia makin melankoli.
Sesegera mungkin ingin ia selesaikan tulisan itu.
"Agar aku dapat hidup,"

Mengapa sulit sekali dapat ide?
Mengapa sulit sekali untuk melanjutkan apa yang sudah dimulai?
Pelan ia bangun, meraih kertas dan tinta. Tekad ia bulatkan
Ia harus selesaikan semua, sesuai tenggat.

Comments

Popular Posts