Thursday, July 25, 2013

APP



Sudah begitu lama aku merindukanmu. 
Hatiku selalu berkata kalaulah engkau yang akan menjadi pasangan hidupku selamanya.
Kadang aku percaya, kadang tidak.

Sejenak aku yakin, sejenak kemudian asa itu menghilang. 
Bukan asa, namun harap. 

Kadang aku merasa bahwa kau juga sedang memikirkanku sama seperti aku memikirkanmu. 

Namun kadang aku berpikir, tidak mungkin.
Darimana kau dapat memikirkanku? 

Bahkan dahulu saja kau tak menghiraukanku.
Entah.
Tadi aku berangan, kita berdua saling memotret lewat kamera ponsel pintar, lalu mengunggahnya di instagram dengan hashtag #wifetobe dan #husbandtobe, atau #wifey and #hubby. 

Kemudian kau menambahkan caption, "Semoga kita, untuk selamanya."

Ah, aku menghapus bulir air yang membasahi mataku. 

Aku hanya seorang pemimpi. Tak mungkin. 
Semua yang kuangankan itu tak mungkin terjadi. Atau, ini belumlah waktu yang tepat?
Aku kerap berkata pada sahabat, "Waktu Tuhan itu bukan waktu kita, karena itu bersabarlah". 

Rasanya aku ingin menelan lidahku hidup-hidup. 
Berbicara tapi tak dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sendiri.

Lalu aku harus apa? 

Setiap malam yang terbayang di benak hanyalah wajah dan senyummu yang indah.
Tak dapat kubayangkan lelaki lain yang mengisi hatiku atau menjadi suamiku. 
Aku hanya dapat membayangkanmu di sisiku.
Di hari itu, nanti, beberapa tahun lagi kau akan ada di depanku, di depan altar mengucapkan wedding vow yang kau ciptakan sendiri, lalu mengikrarkan kata setia. 

Lalu kita diberkati. 
Setelah itu resepsi pernikahan kita diadakan di Uluwatu, kalau bisa di BVLGARI Hotel. 
Tempat yang selalu kuimpikan. 
Kecil saja, keluarga dan kawan dekat.
Atau, resepsi kita di The Mulia atau The Ritz. Aku suka di sana, karena sederhana, cateringnya enak. Hehe...

Aku mencintaimu. Tapi ke mana kau harus kucari? 

Ya memang aku merasa tak jauh dari dirimu karena ada sosial media, bahkan aku juga punya kontak BBMmu.
 Namun apa? Terakhir interaksi kita lewat bbmpun begitu... Datar... Aku harus apa? 

Aku menyayangimu. 

Mungkin terdengar gila, namun perasaan ini memang tak berubah sejak pertama kali melihatmu di sudut kelas itu.

Oh Tuhan, kapankah masa pencarian ini berakhir untukku?




ps:Foto di atas bukan foto dia, itu Joseph Vincent. Mirip dengannya. :)

No comments: