Sunday, January 06, 2013

Permainan Semesta


Sebutlah cerita ini permainan semesta.

A melihat B di suatu tempat yang tak disangka. Sebut saja nirvana. 
A mengejar B, ingin tahu dengan pasti apakah itu benar B yang Ia tahu atau bukan. Ternyata benar. 
Dunia sempit. Sejak saat itu B selalu datang ke nirvana. Setiap tahun sekali. B sesekali ingin berjumpa dengan A, namun semesta tak pernah mengijinkan.

Hingga suatu ketika setelah bertahun-tahun, B mencari A lewat sebuah medium. A pun membalas. Dari situ lontaran demi lontaran ucapan saling berbalas. Mereka merasa terkoneksi. Lebih tepatnya, A merasa terkoneksi.

Merasa bahwa B adalah tepat untuknya, A mencoba menyelami. Semakin menyelami  semakin dalam, A mendapatkan suatu fakta yang amat menggoncang hatinya.  Bahwa B sudah punya C. C sangat mencintai B. A yang sudah mulai belajar mengenal B pun terpekur. Tak ada satupun lontaran yang ke luar dari mulut B bahwa Ia sudah punya C.

A pun bimbang. Mencoba menyalahkan tapi bahkan tak tahu apakah ada yang patut disalahkan atau tidak.

Salah B kah?
Salah dirinyakah?
Atau salah semesta?
Ah.





*dan aku adalah A. Bodohkah aku?

2 comments:

antonia shandy puspita said...

huahaha, kasian amat si A.
Huahahanjir sama kayak gua! :p

Natasha Hadiwinata said...

Kasian ya A nya? Maaf deh. *loh :((