Desiderans

Di tengah rindu ini, aku mengadu
mengadu pada Ia yang punya pandu
mengadu pada Ia yang pegang hidup
kata 'mengapa' masih sering terlontar di benak

Aku rindu, Tuhan, kataku
aku rindu dia
rindu senyumnya
rindu tawanya
rindu candanya
rindu sapaan randomnya
rindu pertanyaan-pertanyaan konyolnya
rindu pesan blackberry-nya

Aku ingin menyapa tapi aku malu, Tuhan, kataku
lagipula teman-temanku berkata tak usah
Akupun berpikir, siapa yang butuh?
Jika ia rindu juga padaku toh ia akan menghubungiku

Sehari, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh
Tak kunjung ada pesan darinya
sapaan di dunia mayapun tak berbalas
apa aku salah?


Aku harus apa, Tuhan?

Comments

Popular Posts